oleh

Chelsea Kurang Motivasi Hadapi Tim Kecil

Sharing is caring!

infoberitabola.com – Chelsea sedang berupaya menjaga konsistensinya. Bek Chelsea Kurt Zouma mengaku, timnya kurang termotivasi saat menghadapi tim-tim yang lebih kecil.

The Blues memang berhasil mengalahkan dua rival sekotanya Tottenham Hotspur dan Arsenal di dua laga tandang terakhir Liga Inggris. Namun, Chelsea menderita kekalahan di kandang sendiri dari tim-tim semenjana.

Dalam empat laga terakhir di Stamford Bridge, tim besutan Frank Lampard itu cuma meraup satu kemenangan yang diperoleh dari Aston Villa. Sedangkan tiga lainnya berujung kekalahan, yang diderita dari West Ham, Bournemouth, dan terakhir Southampton. Tiga tim yang sedang berjuang menghindari degradasi.

Sejauh ini Chelsea masih terjaga di papan atas. Si Biru menduduki peringkat empat klasemen Liga Inggris usai mengantongi 35 poin hasil 20 pertandingan, terpaut empat poin dari Manchester United (5), dan Tottenham (6).

Menurut Zouma, performa Chelsea itu disebabkan karena kurangnya motivasi melawan tim-tim yang lebih lemah.

“Untuk pertandingan-pertandingan besar, motivasinya selalu ada… untuk pertandingan lain di kandang, mungkin kami kurang termotivasi,” kata dia kepada Canal Plus, yang dikutip Metro.

Di pertandingan berikutnya, Chelsea akan bertandang ke markas Brighton, Rabu (1/1/2020) malam WIB. Rekor tandang Chelsea cukup sip usai memenangi tujuh dari sembilan pertandingan.

Lampard Sebut Start Chelsea Buruk Sekali Meski Menang

Frank Lampard mengakui Chelsea tak memulai laga dengan baik, kendati sukses menundukkan Arsenal. Pergantian pemain jadi kunci kebangkitan The Blues.

Chelsea menang 2-1 saat bertandang ke Emirates Stadium, Minggu (29/12/2019) malam WIB pada laga pekan ke-20 Liga Inggris. Chelsea tertinggal lebih dulu setelah dibobol Pierre-Emerick Aubameyang di menit ke-13.

Artikel Lain :  Sempat Dikritik Di Maria, Van Gaal: Dia yang Tak Tahan Tekanan

Kesulitan mengembangkan permainan, Chelsea sudah melakukan pergantian di menit ke-34. Emerson Palmieri ditarik keluar untuk digantikan Jorginho.

Masuknya Jorginho memberikan Chelsea kontrol lebih besar di lini tengah. Masuknya gelandang internasional Italia itu sekaligus membuat Chelsea mengubah pola dari yang awalnya berbasis tiga menjadi empat bek.

Tapi butuh kegigihan untuk Chelsea akhirnya mendapatkan gol-gol. Jorginho baru menyamakan skor di menit ke-83, sementara gol penentu kemenangan tercipta empat menit berselang.

Lampard menilai para pemainnya memulai pertandingan dengan lambat. Selain itu Arsenal juga sudah siap dengan cara main Chelsea dengan tiga bek, sehingga perubahan cepat harus dilakukan.

“Kami sangat buruk selama 30 menit. Lambat, lesu, gugup. Itu kebalikan dari saat melawan Tottenham. Kami memberikan Arsenal semua yang mereka inginkan,” ungkap Lampard dikutip BBC.

“Kami membuat perubahan dengan dini karena merasa itu harus dilakukan. Babak kedua kami mendominasi.”

News Feed