oleh

Para Pembantu Klopp di Balik Sukses Liverpool

Sharing is caring!

Jakarta, infoberitabola — Di balik kesuksesan Jurgen Klop memimpin Liverpool, ada sederet pembantu sang pelatih yang memiliki keahlian spesial.

Selama empat tahun di Anfield, Klopp telah merekrut sejumlah profesional untuk membangun Liverpool sebagai tim yang solid dan agresif. Orang-orang inilah turut andil mengantar The Reds juara Liga Champions 2018/2019.

Tak hanya didampingi asisten yang fokus mengasah taktik, Klopp juga melibatkan ahli gizi hingga pelatih lemparan ke dalam.

Berikut sosok pendamping Klopp yang punya kontribusi menyulap Liverpool menjadi salah satu klub terbaik dunia.

Peter Krawietz (Asisten Pelatih)

Krawietz merupakan salah satu orang kepercayaan Klopp sejak menangani Mainz dan Borussia Dortmund. Meski bukan mantan pemain profesional, Krawietz dijuluki “Mata” oleh Klopp karena jeli melirik pemain dan piawai menganalisa video pertandingan.

“Kami seperti band musik dengan instrumen masing-masing. Jurgen adalah pemimpin band dan yang lain bermain gitar, bass, atau drum. Saya tidak yakin memainkan instrumen apa!” kata Krawiets dikutip Liverpool Echo. sbobet

Pep Lijnders (Asisten Pelatih)

Pria asal Belanda ini sempat menerima tawaran melatih NEC Nijmegen di tanah kelahirannya pada Januari 2017. Namun, Klopp kembali mendatangkannya ke Anfield setelah kontraknya berakhir di Belanda.

Lijnders sempat menghabiskan tiga setengah tahun sebagai pelatih akademi Liverpool U-16 sebelum kariernya beranjak naik hingga menjadi salah satu asisten Klopp.

John Achterberg (Pelatih Kiper)

Achterberg sudah bekerja di Liverpool sejak Juni 2009 dan dipromosikan sebagai pelatih kiper utama mulai 2011. Pria asal Belanda ini bertanggung jawab mempersiapkan mental Alisson Becker, Adrian atau Caoimhin Kelleher di Melwood.

John Acherberg salah satu asisten Klopp di Liverpool. (

Dalam pekerjaannya, Achterberg didampingi Jack Robinson, pelatih kiper yang mengantongi lisensi A UEFA. Robinson baru merapat pada September 2018.

Artikel Lain :  Hadapi Liverpool, MU Diminta Persiapkan Diri dengan Baik

Andreas Kornmayer (Kepala Kebugaran)

Pada Juli 2016, Klopp merekrut Kornmayer yang sudah 15 tahun bersama Bayern Munchen. Kornmayer jadi salah satu bagian kesuksesan Munchen di bawah kendali Louis van Gaal, Jupp Heynckes, dan Pep Guardiola.

Kornmayer dianggap sebagai sosok penting menjaga kebugaran pemain untuk memeragakan gegen pressing yang amat membutuhkan ketahanan fisik di lapangan.

Dr Andrew Massey (Kepala Tim Medis)

Massey pernah menjadi pesepakbola profesional di Liga Irlandia sebelum kariernya terhenti dihantam cedera. Ia terdorong menekuni fisioterapi olahraga dan kedokteran.

Kariernya di Liverpool dimulai pada 2013 sebagai dokter akademi. Dua tahun kemudian ia dikontrak permanen sebagai dokter tim utama. Massey didampingi Philip Jacobson yang fokus menangani rehabilitasi cedera pemain.

Mona Nemmer (Ahli Gizi)

Nemmer menjadi ahli gizi tim sejak 2016 dan Klopp tak segan memujinya sebagai salah satu sosok pintar untuk menjaga asupan nutrisi pemain.

“Mona adalah hati dan jiwa. Dia adalah segalanya. Dia sangat pintar dan tak ada pemain yang meragukannya. Tak ada yang suka ketika seseorang mengatakan makanan yang Anda makan tida bagus, tetapi Mona sangat jago dalam hal tersebut,” ujar Klopp.

Nemmer bukan ahli gizi sembarangan. Sebelum direkrut Klopp, ia pernah bertugas sebagai koki sekaligus ahli gizi timnas Jerman usia muda selama empat tahun sebelum pindah ke Bayern Munchen pada 2013.

Thomas Gronnemark (Ahli Lemparan ke Dalam)

Salah satu langkah Klopp yang mengejutkan adalah penunjukkan pelatih lemparan panjang, Thomas Gronnemark.

Awalnya pria asal Denmark itu bersifat sementara tapi kontraknya diperpanjang karena dianggap berhasil. Gronnemark sendiri merupakan pemegang rekor dunia untuk lemparan ke dalam sejauh 51,33 meter.

News Feed