oleh

Suksesnya Klopp di Liverpool Dibandingkan Gagalnya Mourinho di MU

Sharing is caring!

Infoberitabola.com – Mantan legenda The Reds, John Barnes meyakini keberhasilan Liverpool mencapai final Liga Champions adalah tanda bahwa sangat penting memberikan dukungan klub pada Klopp sebagai pelatih. Tak luput dia menyindir Manchester United yang tidak sudi mau memberikan Dukungan penuh untuk pelatihnya.

Jurgen Klopp sehari yang lalu (8/5) baru saja membawa The Reds untuk menampilkan come back impresif atas Barcelona di semifinal Liga Champions. Di leg pertama The Reds Harus Kalah 3-0 di camp nou, tetapi mereka membalikkan keadaan dengan skor 4-0 di Anfield untuk lanjut ke final.

Banyak pujian yang dihasilkan dari permainan Liverpool pada leg kedua itu. Tanpa rasa takut, setiap pemain tambil maksimal. Liverpool kelihatan bermain dengan hasrat yang tinggi dengan menggunakan seluruh tenaga mereka.

Semangat Jurgen Klopp sebagai Pelatih di cerminkan dengan semangat juang Liverpool untuk memenangkan dengan skor 4-0. Berikut kami ulas satu persatu 

 

Klopp mendapat kepercayaan penuh sebagai Pelatih

Menurut  sang legenda , Barnes, Pemilik klub memberikan kepercayaan penuh kepada asng pelatih, Klopp. Mantan Pelaatih Borussia Dortmund itu mendapat dukungan finansial untuk membeli pemain yang ia  butuhkan  sepenuhnya diberikan oleh manajemen klub, dan membentuk tim sesuai keinginannya .

“Mereka [pemilik Liverpool] memercayai sang pelatih karena memang harus melakukannya. Hierarki telah memberi keleluasaan bagi Jurgen Klopp untuk membuat keputusan,” buka Barnes kepada Mirror.

Kondisi tim menjadi kian lebih baik, ketika klopp diberikan kebebasan seperti itu untuk tim. Para pemain pun memercayai dia. “Ketika Klopp menyuruh pemain melompat, mereka harus melompat.”

Ironinya kisah Mourinho

Situasi positif yang dimiliki Klopp itu jelas berbanding terbalilk dengan Jose Mourinho. Saat masih menahkodai MU, Mou kesulitan mengatur pemain-pemain yang difaforitkan oleh sang pemilik klub.

Artikel Lain :  Kemenangan Juve Bukan Hanya Karna Ronaldo Sebut Diego Simeone

Mourinho tidak diberikan kebebasan untuk mengatur pemain dan membangun tim berdasarkan kemauannya. Perdebatan antara pelatih dengan pemain pun akhirnya terjadi di kubu Mu, dan Mourinho yang jadi korban.

“Para pemain tidak perlu melompat [ketika diminta] di klub terarkhir Jose [Mourinho], dan anda sudah melihat apa yang terjadi.”

“Ketika anda memberikan kekuatan pada pelatih, para pemain dipaksa untuk menurutinya dan tidak ada yang boleh meragukan sang pelatih,” tutup Barnes.

Sebaliknya, MU justru membiarkan pemain-pemain membangkang perintah Mourinho. Kondisi skuat jadi tidak nyaman, pada akhirnya selalu pelatih yang jadi korban.

News Feed